NEWS
Bantu Kesejahteraan Petani, Kalla Kakao Resmikan Gudang SRG Basala di Konsel
Kalla Kakao bekerjasama dengan Pemkab Konawe Selatan (Konsel) telah meresmikan operasional Gudang SRG (Sistem Resi Gudang) Basala. Kegiatan tersebut dihadiri oleh direksi dan manajemen Kalla Kakao bersama perwakilan Pemkab Konsel.

“Dengan luas gudang sebesar 600 meter persegi dan kapasitas 1200 MT, gudang SRG Basala ini akan menjadi salah satu solusi kesejahteraan petani di Konawe Selatan. Gudang ini nantinya akan menjadi pusat pembelian, penitipan bahan baku kakao sebelum masuk ke pabrik,” ungkap Ahmad Zaky Amiruddin selaku Chief Executive Office (CEO) Kalla Kakao, Minggu (9/6).

Tidak hanya menyediakan penyimpanan biji kakao, Gudang SRG Basala juga memiliki dua lantai jemur masing-masing seluas 320 meter persegi dan 300 meter persegi. “Kehadiran fasilitas ini berfungsi memastikan standarisasi biji kakao yang dibutuhkan oleh Industri,” kata Zaky.

Prodia dan PT Kalla Kakao Industri Donasikan Darah untuk Korban Bencana Sulteng
Prodia Kendari bersama dengan PT Kalla Kakao Industri Kendari menggelar kegiatan donor darah, Sabtu (13/10/2018). Hasil dari donor darah tersebut nantinya akan diberikan kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui PMI Kendari.

Legal and Corporate Relation PT Kalla Kakao Eka Angga Pratama mengungkapkan, PT Kalla Kakao sebelumnya juga telah memberikan bantuan kepada korban bencana, berupa dana. Dan kali ini, pihaknya pun kembali mengadakan donasi dalam bentuk donor darah.

“Kebetulan memang kakao cukup aktif dalam hal menggelar kegiatan sosial. Semoga saja dengan bantuan ini, korban bencana di Palu bebannya bisa sedikit berkurang, terutama yang sedang sakit dan memerlukan donor darah,” kata Eka ditemui di Laboratorium Prodia Kendari, Sabtu (13/10/2018).

Sementara itu, Laboratory Information Service Prodia Kantor Cabang Kendari Orda Meilkianus mengungkapkan, pada kegiatan ini pihaknya bersama tim dari PT Kalla Kakao Industri menargetkan bisa mengumpulkan 100 kantong darah, dari seluruh pendonor yang bukan hanya berasal dari Prodia maupun PT Kalla Kakao, tetapi juga masyarakat umum.

“Jadi darah ini nantinya akan disumbangkan untuk korban bencana di Palu. Untuk yang sakit semoga lekas diberi kesembuhan, dan aktivitas di Kota Palu bisa secepatnya pulih kembali,” kata Orda. Pasokan darah tersebut anntinya akan dikirimkan ke Palu melalui tim PMI Kota Kendari pada Senin, 15 Oktober 2018.
Group Kalla Ekspor Produk Kakao Olahan
Unit bisnis Kalla Group, PT Kalla Kakao Industri memulai ekspor mentega kakao atau cocoa butter di 2019 melalui Kendari New Port, Sulawesi Tenggara.

Kalla Kakao Industri (KKI) ini mengekspor hingga 80 ton cocoa butter dengan destinasi negara tujuan Belanda yang selama ini menjadi pasar ekspor utama perseroan.

Managing Director KKI Muhammad Amri Arsyid mengemukakan eksportasi perdana melalui Kendari New Port (KNP) ini tidak terlepas dari dukungan intansi pemerintah lintas kewenangan

Salah satunya yakni percepatan pelayanan ekspor dari Balai Karantina Pertanian Kendari, sekaligus menjadi solusi dari kendala ekspor yang selama ini terjadi.

"Pemerintah telah memberikan jalan keluar dari kendala ekspor langsung yang selama ini menjadi tantangan. Ini [eksportasi dari Kendari] menjadi bukti support pemerintah kepada Kalla Kakao sehingga dapat melakukan ekspor langsung. Bukan lagi dari Surabaya," katanya dalam keterangan, Selasa (12/3/2019).

Sebagai informasi, seremoni pelepasan ekspor 80 ton mentega kakao KKI lewat KNP terlaksana pada 11 Maret.

Ini juga menandai eksportasi langsung dengan skema direct export sehingga tidak perlu lagi transit dan melalui tahap pemeriksaan di Surabaya, langsung menuju negara tujuan.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan pemotongan jalur ekspor tersebut sangat menguntungkan. "Tentunya ini menguntungkan, utamanya bagi perusahaan yang melakukan ekspor," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kendari Denny Benhard mengucapkan, ekspor dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam sebulan. "Kelengkapan administrasi ekspor akan terus dikawal. Selain itu, disediakan klinik ekspor agar kendala-kendala ekspor bisa dipecahkan," terang dia.
Menengok Pabrik Olahan Kakao Milik Jusuf Kalla di Konawe Selatan
Tanaman kakao atau cokelat menjadi andalan ekspor dari Sulawesi Tenggara. Di sini, hanya ada satu pabrik pengolahan kakao menjadi semi kakao yaitu PT Kalla Kakao Industri (KKI).

Sesuai dengan namanya, KKI merupakan salah satu anak usaha Kalla Group milik Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pabrik ini terletak di Jalan Walter Mongosidi, Kabupaten Konawe Selatan dan diambil oleh Kalla Group pada 2013 lalu dari pemilik namanya.

Berkesempatan menengok pabrik yang masuk dalam kawasan berikat ini. Di sini, perusahaan mengolah kakao menjadi produk semi kakao yang siap diekspor seperti butter, cake, dan powder kakao.

Manager Sales dan Marketing KKI, Prisma, mengatakan bahan bakunya berasal sari kakao mentah milik petani di sekitar Sultra. Jadi, KKI membeli langsung dari petani yang tergabung dalam puluhan kelompok tani binaan mereka.
“Kami belum punya kebun sendiri. Jadi ambil dari 5.000 petani yang kami bina dalam 60 kelompok tani. Mereka jual ke kami,” kata Prisma saat ditemui di pabrik KKI, Rabu (8/8).
Setiap harinya, pabrik KKI memproduksi kakao menjadi semi kakao mulai dari fermentasi, pengeringan dengan blower, lalu memasuki tahap bean cleaning, yaitu memisahkan biji kakao dari kulit dan hanya diambil intinya saja. Itupun hanya kualitas yang bagus yang diambil. Sementara kulit-kulit kering kakao yang tidak dipakai, dijadikan pakan ternak.

Setelah bean cleaning, memasuki tahap churshing atau winnowing. Di sini, kakao mass diroasting dan digrinding menghasilkan kakao pasta yang cair. Selanjutnya ada dua tahap berbeda yakni kakao mass yang didinginkan menjadi kakao beku alias dark chocolate.

“Tahap lainnya, yakni pressing. Di sinilah minyak butter dihasilkan. Dimasukkan dalam plastik yang sudah disiapkan di dalam kardus. Setelah tertutup rapat, dimasukkan dalam ruangan dingin bersuhu 7-8 derajat celcius,” kata Manajer Teknik dan Proses KKI, Dirman.

Untuk pendinginan kakao butter membutuhkan waktu dua hari. Setelah itu, kakao butter siap ditaruh di gudang terakhir sebelum diekspor.

Dalam proses pressing, kakao juga menghasilkan kakao cake dan kakao powder. Untuk kakao cake berbentuk bongkahan sama seperti kakao butter, sementara kakao powder berbentuk butiran hasil.

“Dua produk andalan kami untuk ekspor itu kakao butter dan kakao cake. Kakao butter banyak diekspor ke Jerman dan Belanda. Untuk kakao cake ke Spanyol dan Brazil. Kami juga kirim ke Amerika,” kata dia.

Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 35 ribu ton per tahun. Tapi sejak beroperasi pada 2014, perusahaan baru mampu produksi 1.000 ton per bulan atau sekitar 1.2000 ton per tahun.

KKI mulai ekspor kakao butter dan kakao cake pada 2015. Tapi sejak awal 2018, mereka sudah bisa kirim barang ke Belanda lewat Kendari New Port. Volume ekspor pun mulai naik. Dua bulan terakhir, sudah ada 300 ton butter kakao dikirim ke Belanda dengan nilai ekspor Rp 27 miliar.
Let's deliver the right solution for your business
GET A QUOTE